Bendera Setengah Tiang

hikayat , Uncategorized Feb 29, 2012 No Comments

Kain dua warna itu lusuh. Warna merah di bagian atasnya luntur tak keruan. Di bagian bawah warnanya hampir mendekati abu-abu, mestinya ia berwarna putih. Jika sepoi angin menyapanya, ia enggan memperlihatkan seluruh tubuhnya. Namun, saat angin besar melabraknya barulah tubuhnya tegap dengan penuh-seluruh.

Diikat di sebatang bambu kering yang ditanam di depan rumah, ia tak kalah gagah dengan kawan lainnya yang terbuat dari kain baru dan diikat di sebilah besi. Kain dua warna itu memang sepuh, tapi ia bangga telah menemani pemiliknya selama ini. Di tahun 40-an ia setia menemani pemiliknya ke mana pun. Pemiliknya selalu mengibarkan kain dua warna itu dalam segala kondisi, entah itu menang maupun kalah dalam pertempuran. Sekarang, ia dipasang setengah tiang. Ia dipasang setengah tiang untuk memperingati sang pemilik yang semalam menjadi mendiang.

Dan, ya, selama berhari-hari kemudian angin selalu besar.

PS: Gambar diambil dari sini.

Muhammad Husnil

Pengarang | Penyunting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *