Anies Baswedan; Yang Tetap dan Yang Berubah  

cerotan dinding Oct 26, 2016 No Comments

Gaya berpakaian Anies Baswedan yang tetap sejak mahasiswa sampai sekarang. Foto paling atas dari Detikzone.com. Sisanya dokumentasi pribadi.

Ada yang menarik dari proses pengundian nomor urut calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta semalam 25/10/2016. Dari ketiga calon pasangan, yang membuat saya menarik adalah Mas Anies Baswedan, yaitu penampilan dan sambutannya.

Dari segi penampilan, gaya Mas Anies tetap: bajunya selalu dimasukkan. Ini memang gaya dia, bahkan ketika memakai kaos pun, dia seringnya dimasukkan. Tak hanya itu, ketika dia masih aktif sebagai ketua Senat Mahasiswa UGM dan berdemonstrasi dengan lantang, pakaian dia tertib. Selalu dimasukkan. Ini tentu berkebalikan dengan teman-temannya yang biasanya mengenakan oblong atau sandal. Meski demikian, dia sendiri tak pernah berkeberatan dengan siapa pun temannya atau bawahannya yang mengenakan oblong dan sandal, seperti saya. 🙂

Saya menemukan dua foto Mas Anies ketika dia ikut berdemonstrasi atau memimpin demo.. dan pakaiannya dimasukkan. Ya, persis seperti semalam. Ini tentu berbeda dengan kedua pasangan calon lainnya. Pak Basuki dan Pak Djarot mengenakan baju kotak-kotak hanya ketika kampanye, dan begitu juga Pak Agus dan Mpok Sylvie.

Kedua, menurut cerita teman-temannya ketika di Senat UGM, Mas Anies ketika memimpin demonstrasi selalu membakar semangat tapi caranya smooth. Bukannya terbakar amarah, tapi dia membakar semangat untuk melakukan perlawanan dengan tertib pula. Dia bisa bicara keras kepada siapa pun yang dia anggap zalim dan otoriter terhadap kaum tertindas. Ingat, pada 1994 dia ini pernah memimpin penelitian tentang cengkeh dan mengkritik BPPC yang dimiliki Tommy Soeharto, dan Mas Anies bicara keras dan tegas. Karena kebijakan BPPC ini betul-betul bikin petani cengkeh di berbagai daerah di Indonesia ini menderita. Mas Anies bicara lantang, saat itu. Dan semua ini terekam dalam berbagai laporan media..

Salah satu kesimpulan penelitan BPPC yan ditaja Senat UGM.

Namun, semalam, gaya bicara dia berubah. Dia kini menjadi agak lembut. Mungkin karena dia sedang mengenalkan Babe Idin, Bung Manov, Bu Dewi Sri, Bu Rusmiyati, rakyat yang akan dia perjuangkan. Rakyat yang akan dia dan Bang Sandi bawa kebahagiaan kepada mereka. Rakyat yang akan dia dan Bang Sandi berikan harapan bahwa mereka akan memiliki pemimpin yang bisa bekerja, anti-korupsi, dan membawa ketentraman. Rakyat yang akan dia dan Bang Sandi makmurkan.

Ya, Mas Anies tetap dan berubah. Dia tetap dalam kebaikan, memperjuangkan kebaikan, dan dia dan Bang Sandi akan mengubah kondisi Jakarta menjadi lebih baik.

Sukses selalu, Mas Anies.

Muhammad Husnil

Pengarang | Penyunting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *