Browse Category

cerotan dinding

Home / Browse Category "cerotan dinding"  Page 3

Latest Posts

Dari Cak Nur Tentang Adab Beda Pendapat

MENGKRITIK DAN MENGHINA ITU DUA HAL YANG BERBEDA. BAGAIMANA CAK NUR MENANGGAPINYA? “Nurcholish Madjid,” ungkap Kyai saya, “adalah pemikir Islam, tapi tidak berkopiah atau berjubah.” Itu kali pertama saya mendengar nama Nurcholis Madjid.

Read More
Doyo Mendorong Petani Berdaya

  KUNCI KEMAJUAN PERTANIAN TERLETAK PADA KUALITAS PETANI. Mengantongi ijazah sarjana teknik dari Sekolah Tinggi Teksil (STT),  Bandung, Doyo Mulyo Iskandar (53 tahun) justru mengambil jalan menjadi petani.

Berkah Menjaga Bumi

KELOMPOK PETANI PERTAMA DI INDONESIA YANG MENGEKSPOR BERAS ORGANIK. Bermula dari keinginan bertani sambil menjaga alam, kini para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani Sistem Pangan Organik Tasikmalaya (Gapoktan Simpatik) mendapatkan berkah bumi: kemakmuran. Ketika pemerintah Indonesia mengimpor beras,

Kyai Kasan Besari: Kakek Buyut Tjokroaminoto (Bagian II)

ANAK DAN CUCUNYA TAK MENGIKUTI JEJAKNYA. PERJUANGANNYA JUSTRU DITERUSKAN CICITNYA.  PADA akhir 1820, Kasan Besari mendapatkan pengakuan dari penghulu Surakarta sebagai kepala desa Tegalsari. Pada saat itulah dia mendapat pengakuan baik secara agama maupun politik.

Kyai Kasan Besari: Guru Bagi Para Ulama dan Bangsawan (I)

      DISEBUT SEBAGAI ULAMA BERPENGARUH PADA ZAMANNYA. MURIDNYA DATANG DARI BERBAGAI KALANGAN, MULAI  RANGGAWARSITA SAMPAI ELITE MATARAM.   BERKAT peran seorang santri bernama Kasan Besari, Pesantren Tegalsari, Ponorogo kemudian dikenal sebagai salah satu pemasok pemikir dan pemimpin negeri

Perpustakaan Umum di Setiap Kecamatan, Kenapa Perlu?

  Tulisan Rizal Mallarangeng berjudul “Perpustakaan Umum DPR, Kenapa Perlu” yang dimuat Qureta.com perlu ditanggapi serius. Agar diskusi bisa kita arahkan ke langkah yang lebih konkret. Setelah membaca argumen-argumen Rizal, saya makin yakin bahwa sebenarnnya pembangunan perpustakaan umum DPR itu

Ketika Anies Merengek

  Sering melihat anak sekolah melintas di depan rumah, Anies merengek kepada ibunya. Ia ingin sekolah. Aliyah, ibunya, bimbang. Sebagai dosen, ia tahu pentingnya pendidikan. Tapi, ia tak ingin anaknya tercerabut dari dunia permainan kanak-kanak. Usia Anies belum genap tiga

Pelayan Rakyat

Bagaimana Jokowi mencintai rakyat dan rakyat mencintai Jokowi.  Mendorong mobilnya yang terjebak di tanah gembur, ia mengabaikan lumpur yang terciprat ke wajah dan pakaiannya. Tak meminta bantuan dari warga sekitar, ia terus berusaha mengeluarkan mobilnya yang terjebak. Terus begitu, sampai

Ulang Tahun dan Melunasi Janji Kemerdekaan

Sambil memegang perutnya yang sedikit membuncit karena tumpukan lemak, ia melirik saya. Lirikannya tajam, seperti pertanyaan menuntut jawaban.   “Tak apa, Sayang. Ayah tetap sayang Bunda. Toh, bukan perut membuncitmu yang bikin ayah cinta, tapi perhatian dan kasih sayangmu. Juga,

Ketika Abah Kyai Menawarkan Kehormatan

Yazid al-ilmu bi al-infak; Yanqushu al-ilmu bi al-imsak Bertambahnya ilmu karena menyebarkannya; berkurangnya ilmu karena menyembunyikannya (Almaghfurlah K.H. Mochamad Masruri Abdul Mughni)   Tak terasa, setahun sudah Abah Kyai Mochammad Masruri Abdul Mughni meninggalkan santri dan jamaahnya. Pada Kamis, 15