Suntingan

suntingan-1

Saya tercebur ke dunia perbukuan pada 2008, masa-masa akhir perkuliahan. Bermula menjadi proofreader, yang bertugas mengoreksi kekeliruan penulisan kata atau penempatan tanda baca, saya kemudian dipercaya menjadi penerjemah dan akhirnya menjadi penyunting. Pada 2010-2012 saya berkhidmat di imprint Penerbit Serambi, Penerbit Zaman sebagai editor in chief.

Minat saya, terutama, adalah sastra, sejarah, Islam, perjalanan, dan jurnalisme. Buku suntingan saya pun tak jauh dari tema-tema tersebut. Berikut ini sebagian buku suntingan saya:

SERAMBI

Mengislamkan Jawa: Sejarah Islamisasi dan Penentangnya dari 1930 sampai Sekarang, Merle Calvin Ricklefs (2013)

Sejarah Islamisasi di Jawa dan Penentangnya dari 1930 Sampai Sekarang

Islamisasi Jawa? Mengapa tema ini sangat penting? Antara lain karena suku Jawa merupakan salah satu kelompok etnis terbesar di dunia muslim. Dengan sekitar 100 juta dari hampir 250 juta penduduk Indonesia, etnis Jawa sekaligus merupakan suku terbesar di Indonesia. Karena itu, etnis Jawa memainkan peran penting dalam berbagai dinamika Indonesia sejak dari sosial, budaya, agama, ekonomi, dan politik dalam periodisasi sejarah nusantara.

Meski demikian, banyak kalangan, di dalam maupun luar negeri, melihat sebagian besar Muslim Jawa hanyalah abangan atau “Islam KTP”.

Masih absahkah anggapan tersebut?Sejarawan terkemuka Ricklefs membantah anggapan itu secara meyakinkan dalam karya mutakhirnya ini. Islamisasi masyarakat Jawa terus berlanjut sejak kemunculan Islam dalam masyarakat Jawa pada abad ke-14. Ia menunjukkan bahwa tanah Jawa kini makin “hijau”: Islamisasi mengalami pendalaman dan proses ini tak bisa dibalikkan.Buku kaya data (dari beragam literatur, primer dan sekunder, juga wawancara, sensus dan survei) ini mengupas bagaimana masyarakat Muslim Jawa melewati masa sulit sejak awal penyebaran Islam, penjajahan kolonialisme Belanda dan Jepang, periode kemerdekaan, pemerintahan Presiden Soekarno yang kacau, totalitarianisme Presiden Soeharto, dan demokrasi kontemporer. Bagaimana masyarakat Muslim Jawa menempuh berbagai perubahan itu, kini menjadi contoh luar biasa dalam hal peningkatan religiositas keislaman.

Tentu saja, proses Islamisasi itu tidak bergerak lurus (linear), tapi panjang dan berliku. Selamat menikmati kisah tentang terang-pudar Islam di Tanah Jawa sejak abad ke-14 sampai sekarang.

 


Meraba Indonesia; Ekspedisi Gila Keliling Nusantara
, Ahmad Yunus (2011)

Mengenal lebih dekat, lebih rekat… mencintai Indonesia apa adanya

Selama hampir setahun, dua wartawan kawakan, Farid Gaban dan Ahmad Yunus, mengelilingi Indonesia. Mereka menyebut perjalanan ini sebagai Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa. Dengan mengendarai sepeda motor win 100 cc bekas yang dimodifikasi, mereka mengunjungi pulau-pulau terluar dan daerah-daerah bersejarah di Nusantara. Dari Sabang sampai Merauke, Dari Miangas hingga Pulau Rote. Ratusan orang telah mereka wawancarai; ratusan tempat telah mereka singgahi.

Tujuan utama ekpedisi ini adalah mengagumi dan menyelami Indonesia sebagai negeri bahari. Di atas semua itu, mencatat keseharian masyarakat yang mereka lewati. Mencatat dari dekat.

Dan, inilah catatan Ahmad Yunus. Dengan pandangan khas anak muda, Yunus menuturkan peristiwa di berbagai tempat yang dia kunjungi dan menjahitnya dengan data-data sejarah. Baginya, perjalanan ini adalah bagian dari upayanya untuk menjawab pertanyaan pribadinya tentang Indonesia. Selain itu, buku ini juga usahanya untuk menulis sejarah masyarakat yang selama ini terlupakan, baik oleh pemerintah maupun arus media utama.

Gaya penulisan jurnalisme sastrawi membuat buku ini mengalir lancar. Dan akrab. Membacanya seakan menyimak dengan khidmat manisnya per-sahabatan warga Nusantara dan keindahan daerah-daerah di luar Jawa. Juga kegetiran mereka. Semua itu saling berkelindan dan sambung-menyambung menjadi satu: sasakala Indonesia.

Dilengkapi 50 foto jepretan Farid Gaban dan film dokumenter besutan Ahmad Yunus dan Dhandy Dwi Laksono, buku ini menyodorkan realitas terkini tentang Indonesia dan mengajak kita untuk mencintainya dengan sederhana.

 

buku_Doa-Bukan-Lampu-AladinDoa Bukan Lampu Aladdin, Mengerti Rahasia Zikir dan Akhlak Memohon kepada Allah, Jalaluddin Rakhmat (2012)

Mengerti Rahasia Zikir dan Akhlak Memohon kepada Allah

Pernahkah kita berdoa kepada Allah, lalu mengharapkan doa kita dikabulkan sekarang juga?

Seperti lebah, buku ini menyengat kesadaran keberagamaan kita. Jika selama ini kita mengartikan doa sebagai permintaan yang mesti dikabulkan sekarang juga, lalu apa bedanya kita dengan Aladin?

Sudah selayaknya kita berdoa kepada-Nya, baik saat sulit maupun lapang, di saat susah maupun senang. Doa kita kepada Tuhan merupakan ibadah dan ketaatan agung yang lebih mulia dari­pada tercapainya permintaan itu sendiri. Hamba yang pandai berdoa tentu tidak akan risau, gelisah, dan resah. Semua tali terputus kecuali tali-Nya. Semua pintu tertutup kecuali pintu-Nya. Dia Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan.

Dalam buku ini Kang Jalal, sapaan akrab Jalaluddin Rakhmat, memperkaya pemahaman kita tentang doa. Kita juga disuguhi bagaimana sebaiknya sikap kita dalam berdoa, tafsir doa, dan sejumlah rangkaian doa yang bisa kita panjatkan kepada Sang Khalik. Bersiaplah mendapatkan pencerahan sambil menikmati kisah dan narasi yang membuat kepala kita mengangguk sembari bergumam, “Mestinya sikap kita dalam berdoa seperti ini.”  Nikmati pula rahasia di balik bacaan doa kita dan relevansinya dengan kehidupan kita sehari-sehari yang tak selalu mudah dilalui.

 

buku_Two-Kisses-for-MaddyTwo Kisses for Maddy, Matt Logelin (2012)

… sebuah memoar tentang kehilangan seseorang tercinta dan bagaimana menghadapinya; bukan cuma dengan tabah, melainkan dengan kocak

Matt dan Liz Logelin adalah sepasang kekasih sejak SMA. Mereka tinggal  di Los Angeles dan merasa memiliki segalanya: pernikahan yang sempurna, sebuah rumah baru yang indah, dan seorang bayi perempuan yang akan segera lahir. Tapi hanya dalam waktu 27 jam setelah mereka menyambut Madeline ke dunia, Liz menderita emboli paru dan langsung meninggal dunia, tanpa pernah sempat memeluk sang putri yang kedatangannya begitu dia nanti-nantikan.

Dalam menghadapi kesedihan sekaligus tanggung jawab seorang ayah tunggal yang  baru, Matt bertahan dengan mencurahkan isi hati lewat blog kecil yang telah dibuatnya untuk menginformasikan kabar terbaru mengenai kehamilan Liz pada teman serta keluarga. Blog tersebut sampai hari ini telah menjadi tempat baginya untuk berbagi kisah kehidupan dua orang yang terikat oleh rasa kehilangan serta cinta pada lebih dari satu juta orang pembaca. Namun ada lebih banyak hal di baliknya daripada sekadar upayanya membesarkan seorang anak perempuan: Matt Logelin adalah manusia luar biasa. Setelah bertahan melalui tragedi oleh kebaikan serta kemurahan hati orang asing, kini dia mendedikasikan hidupnya untuk membantu orang lain mengatasi situasi sulit mereka dengan mengulurkan tangan dan menjadi sumber inspirasi.

Sebuah cerita mengharukan dan memilukan yang diselingi oleh kenangan indah—dan seringnya lucu—Two Kisses for Maddy tidak diragukan lagi telah menawarkan sesuatu bagi setiap pembaca yang pernah mengalami kesedihan, dan telah berupaya memperoleh keberanian untuk merasa hidup kembali.

 

buku_Syekh-Siti-JenarSyekh Siti Jenar: Mengungkap Misteri dan Rahasia Kehidupan, Mohammad Zazuli (2011)

Legendaris, kontroversial, sekaligus misterius. Itulah Syekh Siti Jenar. Kisah hidup dan kematiannya memiliki banyak versi. Meski terus coba ditumpas, ajarannya tetap diperbincangkan dan digali.

Hingga kini dia dianggap sebagai salah satu penyebar agama Islam di Jawa. Tapi, ajarannya berbeda dengan ajaran Wali Sanga. Namun, benarkah Syekh Siti Jenar seorang wali yang murtad seperti penilaian Wali Sanga? Ataukah justru Wali Sanga yang keliru menafsirkan ajarannya? Apakah konflik antara kubu Wali Sanga dan Syekh Siti merupakan persoalan ajaran agama atau perseteruan politik?

Buku ini mencoba menjawab pertanyaan semacam itu. Selain itu, dengan tutur menyapa dan gaya sederhana penulis membahas dua inti ajaran Syekh Siti Jenar: manunggaling kawula-Gusti dan memayu hayuning bawana dengan menguraikan pengertian Tuhan, manusia, alam semesta, kehidupan, dan kematian, melalui perbandingan dengan ajaran agama lain.

Secara padat dan memikat, juga dibahas cara menemukan jati diri, meraih keseimbangan dan keselarasan, menguasai seni hidup, mengabdi dan melayani kehidupan, dan mencapai persaudaraan universal.

 

buku_Rahasia-Sepuluh-Malam-UpdateRahasia Sepuluh Malam Update; Memandu Anda untuk Hidup Lebih Terarah dan Tercerahkan, Achmad Chodjim (2012)

Memandu Anda untuk Hidup Lebih Terarah dan Tercerahkan

Di atas keislaman ada keimanan. Dan, di atas keimanan ada keihsanan. Inilah yang acap kita lupakan sebagai muslim. Kita sibuk mencari identitas keislaman—bergulat dengan kulit Islam dan mengabaikan intinya. Akibatnya, wajah keberagamaan kita berlumur kekumuhan, kemiskinan, kebodohan, dan kekerasan. Kita menjadi terkotak-kotak dan mudah sekali menyesatkan kelompok lain.

Achmad Chodjim mengajak kita memahami dan menampilkan keihsanan—wajah indah agama Islam. Bab demi bab, dalam buku ini, mengantar kita melewati “malam” demi “malam” hingga fajar cinta tiba—memandu kita membuka selubung-selubung kegelapan batin kita, lalu membimbing kita mendaki tahapan-tahapan spiritual menuju Allah Sang Mahacinta.

Dengan tutur yang santun dan renyah, Chodjim membabarkan “dari mana” kita berangkat dan “ke mana” kita seharusnya pergi (Q.S. 2: 156). Pembaca diharapkan bisa mengerti tujuan hidupnya dan menempuh jalan yang benar—jalan para rasul di mana thâghût atau hawa nafsu ditinggalkan dan cinta kepada Allah mengejawantah. Buahnya adalah cinta kepada sesama dan senantiasa merayakan hidup ini dengan penuh cinta.

Yang unik, di setiap akhir bab kita disodori latihan praktis untuk memacu kita terus bergerak menaiki kualitas hidup yang kian menanjak. Memang, pada dasarnya semua orang mendambakan kemajuan. Dan, buku ini menuntun langsung secara elegan dan mengasyikkan.

 

new_Merawat-Tenun-Kebangsaan-2Merajut Tenun Kebangsaan, Anies Baswedan (2015)

Refleksi Ihwal Kepemimpinan, Demokrasi, dan Pendidikan

Anies Baswedan menggambarkan keberagaman di Indonesia sebagai tenun kebangsaan. Anies mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga tenun kebangsaan itu demi Indonesia yang lebih baik. Jangan biarkan siapa pun merobek tenun yang dirajut dengan  pengorbanan jiwa dan raga itu.

Dalam buku ini, kita akan menjumpai beragam tema: kepemimpinan, demokrasi, dan pendidikan—selain catatan reflektif atas tokoh-tokoh inspirasional. Tema-tema itu ditautkan oleh benang merah nada optimisme dan semangat untuk sama-sama memajukan negeri Indonesia, sama-sama merawat tenun kebangsaan agar kukuh dan mendatangkan kebaikan bagi semua anak bangsa.

Lugas dan menginspirasi yang menjadi kepribadian Anies Baswedan terefleksikan dalam buah pemikirannya ini.

 

buku_The-Fall-of-KhilafahThe Fall of The Khilafah, Eugene Rogan (2016)

Perang Besar Yang Meruntuhkan Khilafah Utsmaniyah dan Mengubah Selamanya Wajah Timur Tengah

Menggali dan mengerti akar pelbagai konflik di Timur Tengah saat kini

Pada 1914, pasukan dan sumber daya pemerintahan Utsmaniyah menipis setelah sekian tahun
berperang melawan nasionalis semenanjung Balkan dan pasukan Italia. Namun, setelah kejadian pembunuhan di Sarajevo, tak ada yang dapat mencegah keterlibatan beberapa kekuatan besar Eropa dalam peperangan. Bahkan Timur Tengah pun tidak bisa lepas dari
konsekuensi salah satu konflik paling merusak dalam sepanjang sejarah manusia itu. Perang Besar menandai berakhirnya kejayaan pemerintahan Utsmaniyah, melepaskan kekuatan dahsyat yang mengubah wajah Timur Tengah selamanya.
Dalam The Fall of the Khilafah ini, sejarawan pemenang penghargaan Eugene Rogan dengan sangat jelas menghidupkan kembali Perang Dunia Pertama dan apa yang terjadi setelahnya di Timur Tengah. Mengungkap peranan penting namun terabaikan kawasan ini dalam konflik tersebut. Didukung oleh dana, persenjataan, dan penasihat militer dari Jerman, pemerintah Utsmaniyah menantang kekuatan Rusia, Inggris, dan Prancis serta mencoba menyerukan jihad untuk
melawan Pasukan Sekutu di sejumlah koloni muslim. Pasukan Turki menghadiahkan sejumlah kekalahan yang menentukan pada Entente (Pasukan Sekutu) di Gallipoli, Mesopotamia, dan Gaza sebelum gelombang pertempuran akhirnya berbalik menguntungkan Pasukan Sekutu.
Kota-kota besar seperti Bagdad, Yerusalem, dan, akhirnya, Damaskus jatuh ke tangan pasukan penyerang sebelum pemerintah Utsmaniyah setuju menandatangani gencatan senjata pada 1918.

Penyelesaian pascaperang menyebabkan pembagian wilayah Utsmaniyah untuk negara-negara pemenang dan meletakkan dasar konflik berkelanjutan yang terus menghiasi dunia Arab modern.

Berkisah tentang pertempuran dan intrik politik yang memukau dari Gallipoli hingga Jazirah Arab, The Fall of the Khilafah adalah bacaan penting bagi siapa pun yang ingin memahami Perang Besar dan asal usul Timur Tengah modern.

Sila baca resensi saya atas buku ini.

ZAMAN 

buku_Kilatan-Pedang-TuhanKilatan Pedang Tuhan, Sebuah Novel tentang Perang Salib, Kamran Pasha (2011)

Konon, Tuhan menyukai ironi. Yerusalem yang bermakna perdamaian adalah tanah yang penuh pertumpahan darah. Tapi, Sultan Shalahudin ibn Ayyub mencoba mengatasi ironi itu. Terbukti, di bawah pemerintahannya Yerusalem kembali menjelma menjadi tanah perdamaian dan persemaian kekeluargaan antara Islam, Yahudi, dan Kristen.

Sampai kemudian, datang pasukan Richard si Hati Singa. Saat itulah takdir mempertemukan Shalahuddin dan Richard dalam konflik yang masih bergaung hingga hari ini: Perang Salib Ketiga. Dan, di tengah-tengah perang yang brutal dan mengerikan itu, Shalahuddin menemukan kenyamanan cinta di pelukan Maryam, seorang wanita Yahudi ayu nan elok namun memiliki masa lalu yang tragis. Tetapi saat Raja Richard menangkap Maryam, kedua pria yang paling berkuasa di permukaan bumi harus berhadapan dalam pertarungan pribadi yang akan menentukan masa depan wanita yang sama-sama mereka cintai—serta masa depan peradaban dunia.

Berhasilkah Shalahuddin mengatasi ironi itu, atau malah terjerembab ke dalamnya?

Diramu dari berbagai fakta dan data sejarah otoritatif serta dihadirkan dengan plot yang bernas dan dialog-dialog cerdas, Kilatan Pedang Tuhan adalah cerita luar biasa yang akan terpatri di dalam sanubari pembacanya cukup lama setelah menutup halaman terakhir buku ini.

 

buku_Buku-Pintar-Sejarah-IslamBuku Pintar Sejarah Islam: Jejak Langkah Peradaban Islam dari Masa Nabi Hingga Masa Kini, Qasim A. Ibrahim dan Muhammad A. Saleh (2013)

Peristiwa-peristiwa Penting dalam Sejarah Islam sejak Kelahiran Nabi Muhammad hingga Abad ke-21; Sejak April 571 M–Juli 2005 M; Sejak Kemunculan dan Kedigdayaan Khilafah Islam hingga Keruntuhannya

Sejarah adalah ingatan. Ia merekam bagaimana bangsa-bangsa mengalami kemajuan dan kemunduran; bagaimana negara-negara berdiri dan jatuh; bagaimana dakwah-dakwah gagal dan berhasil; bagaimana peradaban-peradaban tumbuh dan runtuh; bagaimana para pemimpin tampil gemilang dan hilang.

Seperti itulah yang akan kita saksikan tentang Islam dalam karya ini.

Buku ini memaparkan sejarah Islam dan menjelaskannya dari sudut pandang Islam: sejak masa Nabi Muhammad, Khalifah Empat, Dinasti Umayah, Dinasti Abbasiyah, hingga masa kini; sejak muncul di Makkah hingga merekah di penjuru dunia. Tak hanya menyuguhkan catatan manis saat Islam tampil sebagai kekuatan yang mewarnai peradaban dunia, tapi juga saat Islam sebagai kekuatan politik mengalami kemunduran dan paceklik. Bagaimana Islam berkonfrontasi atau berasimilasi secara alami dengan bangsa dan budaya lain.

Lebih dari itu, melalui buku ini, kita tak hanya diajak menengok masa lalu, tapi menjadikan masa lalu sebagai cermin, memilah dan memilih yang relevan untuk menafsirkan masa kini dan untuk menjadi pijakan membangun masa depan. Sebab, sejarah tak hanya memaparkan peristiwa, tapi juga menjejakkan makna.

Dikemas dalam deskripsi ringkas, inilah karya yang memudahkan kita mengetahui berbagai peristiwa sejarah dalam Islam dan mengingatnya dengan mudah.

 

buku_Terampil-MendengarkanTerampil Mendengarkan: Rahasia Anda Disukai Siapa Saja, Muhammad Ibrahim al-Nughaimish (2011)

Kita banyak MENDENGAR tetapi kurang MENDENGARKAN.

Menjadi PENDENGAR YANG BAIK bukanlah suatu KEBETULAN, melainkan KETERAMPILAN yang perlu terus Anda biasakan.

Kenapa kita diberi dua telinga dan satu mulut?  Agar kita lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Bila lidah di dalam mulut dan ditutup gigi dan bibir, telinga selalu terbuka lebar. Itu juga pertanda betapa pentingnya mendengarkan. Namun, kenyataannya mendengarkan itu tidaklah mudah.

Padahal, untuk berhasil di bidang apa saja, kemampuan mendengarkan tak bisa ditawar-tawar lagi. Orang sukses pasti pandai mendengarkan. Selain mengasah kecerdasan dan daya ingat, mendengarkan dengan baik berarti kita juga membuka telinga, hati, dan pikiran untuk menerima dan menghargai martabat kemanusiaan lawan bicara. Semakin Anda terampil mendengarkan, Anda akan semakin pandai, semakin disukai, dan semakin baik sebagai pembicara.

Secara sederhana dan praktis, Ibrahim al-Nughaimish mempersembahkan buku ini untuk mengukur sejauh mana kemampuan kita menjadi pendengar yang baik dan bagaimana cara kita terus memperbaiki kemampuan itu.

 

buku_Dialog-Iblis-dengan-Para-NabiDialog Iblis dengan Para Nabi: 99 Kisah Penyegar Iman, Aep Saepulloh Darusmanwiati, MA (2012 )

Apa yang terjadi bila iblis berdialog dengan nabi? Sudikah iblis menyatakan tobat, lalu beriman kembali kepada Allah? Atau justru iblis malah kian menjadi-jadi dan tetap berniat menggoda manusia hingga hari penghabisan? Tahukah Anda bagaimana Iblis membuka rahasia tentang trik menggoda kita dan siapa saja yang amat disukai di antara manusia?

Dengan kisah-kisah ringan dalam buku ini, Ustadz Aep menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Berbagai kisah terangkai dari soal moral dan ibadah hingga ihwal alam gaib dan alam kubur.  Namun, bukan sembarang cerita. Cerita-cerita itu diambil dari kitab-kitab klasik lagi otoritatif (muktabarah). Tak lupa, penulis mencantumkan referensi untuk dijadikan bahan kajian selanjutnya.

Dari segi bentuk, kisah-kisah ini sangat pas untuk kondisi kekinian kita yang serba-sibuk. Pendek-pendek namun sarat makna. Dengan cerita, kita mendapatkan asupan gizi spiritual yang bisa mendekatkan kita kepada Allah. Tak pelak, 99 kisah dalam buku ini bisa menjadi penyegar iman, dan membimbing kita meraih rida-Nya.

Hati itu cenderung cepat bosan, maka lipurlah ia dengan kisah dan hikmah.

Hati mudah kesat oleh maksiat maka lembutkan ia dengan nasihat.

—Ibnu Mas′ud

buku_Karunia-BershalawatKarunia Bershalawat: Melepas Rindu pada Rasulullah, Meraih Sukses dan Berkah di Dunia, Menjemput Syafaat di Akhirat, Syekh Yusuf ibn Ismail al-Nabhani (2011)

Shalawat adalah cahaya penerang sanubari, kekuatan bagi hati, ketenangan bagi jiwa, kesejukan bagi mata, wangi kesturi bagi majelis pertemuan, kenikmatan bagi hidup, zakat bagi umur, keindahan bagi hari-hari dan penghilang kesedihan dan kesusahan. Shalawat bisa mendatangkan kebahagiaan, kelapangan dada, kesempurnaan nikmat, dan keagungan cahaya.

Dr. A‘id al-Qarni, penulis Lâ Tahzan

 

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi.

Hai orang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi

dan ucapkanlah salam kepadanya (al-Ahzâb: 56).

* * *

Ibnu al-Qayyim berpesan,  “Jika Allah dan para malaikat-Nya saja bershalawat kepada Nabi, kalian juga harus bershalawat kepadanya. Lebih-lebih kalian mesti memanjatkan shalawat dan salam kepadanya, karena kalian telah mendapatkan berkah risalah yang diembannya dan diberi kabar gembira oleh makhluk paling mulia di dunia dan akhirat ini.”

Kita bukan, malah dilarang, berdoa kepada Nabi Muhammad, tetapi bershalawat kepada beliau ibarat kunci pembuka kemurahan Allah. Doa itu berhenti antara langit dan bumi, tidak naik sedikit pun sehingga engkau bershalawat kepada Nabimu (HR Al-Tirmidzî). Lebih dari itu, Nabi bersabda, “Orang yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali,” (HR Muslim).

 

Inilah rujukan induk bacaan shalawat dari masa ke masa. Syekh al-Nabhani menghimpun bacaan shalawat dari Nabi, sahabat, dan ulama klasik. Dilengkapi rahasia keagungan dan keuntungan bershalawat dalam kehidupan kita, buku ini tak saja indah tapi juga menggugah.

 

buku_Dengarkan-Hatimu-BerbisikDengarkan Hatimu Berbisik: 63 Cerita Aneh Tapi Nyata yang Membangunkan Nurani, Muhammad Kuswanda (2010)

Saat kita berserah diri kepada kekuasaan Allah, Dia senantiasa membimbing kita, bahkan dengan cara yang tanpa kita duga sama sekali. Bimbingan itu kadang datang melalui bisikan kalbu, kadang melalui hikmah dari pengalaman orang lain.

Adakah “kebetulan” dalam hidup ini? Kehidupan adalah bagian dari rencana-Nya. Kekuasaan Tuhan berada sangat dekat dan mengatur hidup kita sesuai kehendak-Nya. Keberadaan dan kekuasaan Tuhan meliputi setiap makhluk-Nya.

Sejumlah pengalaman pribadi yang terhimpun dalam buku ini sungguh menyentuh dan membuka kesadaran kita bahwa kekuasaan Tuhan sebenarnya telah membimbing hidup kita secara nyata menuju perbaikan budi pekerti, kesejahteraan, dan kebahagiaan. Syaratnya, berserah sepenuhnya kepada kekuasaan Tuhan yang Mahaagung itu. buku ini unik, sederhana, menyentak keangkuhan nalar, dan melembutkan rasa kemanusiaan kita.

 

ALVABET  

1453__Hard_Cover_55d545d7626f41453: Detik-detik Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Muslim, Roger Crowley (2011)

Selama lebih dari seribu tahun, Konstantinopel adalah pusat dunia Barat sekaligus pertahanan Kristen terhadap Islam. Selama itu pula kota ini tak lepas dari ancaman, namun selalu selamat dari penyerangan rata-rata setiap empat puluh tahun. Hingga akhirnya, sultan Usmani, Mehmet II, pemuda 21 tahun yang haus keagungan, berhasil melewati tembok pertahanan kota dengan bala tentaranya yang sangat besar. Berbekal persenjataan baru nan canggih, pada April 1453, sebanyak 80.000 pasukan Muslim memulai serangan mereka terhadap 8.000 pasukan Kristen di bawah pimpinan Konstantin XI, kaisar Byzantium ke-57. Konstantinopel akhirnya jatuh, menandai tersungkurnya kekuasaan Byzantium dan berakhirnya dunia Abad Tengah. Seperti apakah pertempuran dramatis yang berlangsung selama lima puluh lima hari itu?

Dengan riset sempurna, buku yang ditulis dengan gaya penceritaan novel ini mengisahkan peristiwa besar dalam sejarah dunia yang terlupakan: jatuhnya Konstantinopel ke tangan bangsa Muslim Turki Usmani pada 1453. Buku ini sekaligus menampilkan kontestasi dua tokoh inspirasional, Sultan Mehmet II dan Kaisar Konstantin XI, yang berjuang demi keyakinan agama dan kekaisaran. Lebih dari itu, inilah kisah tentang momentum dan mata rantai kunci berbagai peristiwa penting dalam sejarah dunia yang mengantarkan Timur Tengah menuju dunia modern.

 

Kairo__Kota_Keme_527a00e59e8b2Kairo; Kota Kemenangan, Max Rodenbeck (2013)

Al-Qâhirah, “Kemenangan”, demikianlah para penakluk Arab menyebut kota ini; dan selama 5.000 tahun sejarahnya, Kairo menjadi kota yang kaya nama agung. Sebagai pusat kekuasaan para fir’aun dan sultan, hadiah bagi para penakluk dari Alexander Agung, Shalahuddin al-Ayyubi, hingga Napoleon Bonaparte, Kairo merupakan kota kuno yang tak pernah berhenti mencipta kembali sejarahnya.

Dalam buku ini, Max Rodenbeck, jurnalis yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di Kairo, melukiskan dengan amat indah sebuah budaya paling memesona yang memancar dari kota penuh warna—dari masa permulaannya pada zaman fir’aun hingga era kejayaannya sebagai kota metropolis paling berkilau pada Abad Pertengahan, dari penundukannya oleh bangsa Turki dan Inggris sampai kemunculannya sebagai ibukota modern bagi nasionalisme Arab.

Kairo: Kota Kemenangan merupakan perpaduan unik antara cerita perjalanan, riwayat sejarah, dan kisah epik, yang mengungkap pesona-pesona tersembunyi salah satu kota paling masyhur di dunia. Dengan pengetahuan mendalam, kaya humor, dan penuh kecintaan, buku ini membawa kita pada tur menakjubkan mengelilingi kota megah itu: dari gang sempit hingga pasar rakyat, dari pertunjukan tari perut hingga sarang ganja, dari permukiman kumuh sampai salon modis, dari lembutnya kehidupan agama sampai garangnya gejolak politik.

 

Santo_dan_Sultan_52bceddf62696Santo dan Sultan: Kisah Tersembunyi tentang Juru Damai Perang Salib, Paul Moses (2013)

Pada 1219, ketika Perang Salib V berlangsung, St. Fransiskus dari Assisi menyeberangi garis pasukan Muslim untuk menemui Sultan Malik al-Kamil di kampnya di tepi Sungai Nil. Menawarkan perdamaian, ia meminta sang Sultan memeluk Kristen. Negosiasi tak membuahkan hasil. Namun, pertemuan itu mendorong gagasan revolusioner di kalangan Kristen. Kembali dari pertemuan, St. Fransiskus justru menganjurkan pengikutnya agar hidup damai dengan Muslim—sebuah keputusan revolusioner, sebab kala itu umat Kristen menggantungkan harapannya untuk mengubah keyakinan Muslim melalui peperangan.

Selama bertahun-tahun, cerita itu hanya samar-samar terdengar. Dan, melalui buku ini, Paul Moses mengungkap informasi yang sangat sedikit diketahui perihal diplomasi damai antara sang Santo dan sang Sultan. Tak hanya mengisahkan kehidupan kedua tokoh tersebut, buku ini juga mengurai intrik politik dan gairah keagamaan pada zaman itu. Lebih dari petualangan dramatis, inilah kisah pergulatan orang kudus dan pendosa, kesetiaan dan pengkhianatan, serta cerita perang yang menggetarkan. Inilah bacaan penting bagi yang menginginkan perdamaian antara Barat dan dunia Islam.

 

Sultan_Mehmet_II_5040827ed46adSultan Mehmet II; Sang Penakluk, John Freely (2012)

Di mata Muslim, Mehmet II dikenal sebagai “Sang Penakluk”, sementara di Barat ia dianggap “Teror bagi Dunia”. Pemimpin yang ditakuti pada masanya ini memegang tampuk kekuasaan Kekaisaran Utsmani sejak berusia 12. Bahkan, usianya baru 21 tahun ketika pada 1453 ia menaklukkan Konstantinopel (Istanbul), ibu kota Romawi Timur di bekas koloni Yunani Byzantium.

Selama 32 tahun masa kekuasaannya, pemimpin militer yang brilian ini terus memerintahkan pasukannya untuk memperluas batas kekaisaran hingga Asia Kecil dan terus menerobos ke negeri-negeri Eropa. Demi membendung ekspansi agresifnya, tiga paus pun memeranginya atas nama Kekristenan Eropa melawan imperium baru kaum Muslim.

Siapakah sejatinya pemimpin militer sekaligus tokoh renaisans Islam ini? Buku ini “menghidupkan” kembali sosok Mehmet II dari kematiannya serta mengangkat sang sultan dari kubangan mitos. Dan, inilah epos menakjubkan tentang figur penguasa Timur dan Barat, yang dalam sebuah prasasti namanya terpahat sebagai “Sultan dua lautan, bayangan Tuhan di dua dunia, abdi Tuhan di antara dua ufuk, pahlawan di laut dan darat, penakluk benteng Konstantinopel”.

 

Kota_Sutra_dan_B_5315a641acb1aKota Sutra dan Baja, Mike Carey, Linda Carey, dan Louise Carey (2014)

Suatu kala, di suatu kota yang dikenal dengan nama Bessa, ada sultan bernama Bukhari al-Bukhari, yang kekuasaannya direbut oleh pengikut fanatic seorang asketis, Hakkim Mehdad. Sang Sultan, istri-istri, dan anak-anaknya dihukum mati, sementara ratusan selirnya diserahkan sebagai upeti kepada khalifah negeri sebelah. Tetapi, sehari usai kafilah itu meninggalkan Bessa, Hakkim mendapat kabar tak menyenangkan: sejumlah selir yang bersembunyi tak tertangkap olehnya. Ia lalu memerintahkan pengikutnya membunuhi para wanita harem itu, juga anak dan pelayan mereka, dan tak membiarkan seorang pun hidup. Bagaimanakah nasib mereka?

Inilah cerita ihwal sekelompok wanita luar biasa yang berjuang untuk bertahan hidup dari kekejaman Hakkim dan kerasnya padang pasir. Inilah kisah tentang Zulaika, yang rahasia masa lalunya menjadi kunci bagi masa depan kaumnya, juga kotanya. Dari Gursoon yang bijaksana, yang meneguhkan nurani kelompok; dan dari sipencuri berlidah perak, Anwar Das, yang tahu kapan harus mengabaikan hati nurani, novel ini menyuguhkan cerita yang sangat menggugah. Inilah kisah tentang tindakan kebajikan yang membawa benih kematian; kisah rakyat jelata yang ditempa menjadi tentara sutra dan baja. Inilah kisah penebusan dan kebangkitan kembali Bessa, Kota Perempuan yang tenar diperdongengkan.

 

COVER TYRANT FULLVERSION HIGHRESOTyrant, Christian Cameron (2014)

Pada 333 SM, Raja Alexander Agung mengutus pasukan kavaleri Yunani di bawah pimpinan Kineas untuk menaklukkan Persia. Misi ini sukses dijalankan Kineas. Tetapi, sekembalinya Kineas ke Athena, bukan kemuliaan yang ia terima, melainkan perlakuan yang memalukan dan pengasingan dirinya.

Kineas pun meninggalkan kota kelahirannya. Berbekal keterampilan militer, bersama pasukannya, Kineas bergabung dengan penguasa Tiran di kota Olbia, yang menawarinya imbalan untuk menggembleng pasukan elite kavaleri kota itu. Tak lama, Kineas mampu membentuk pasukan paling mematikan di dunia. Tetapi, ia segera sadar telah terjebak ke dalam lorong intrik dan konspirasi mematikan dalam permainan kekuasaan yang rumit untuk melawan kekuatan militer Makedonia yang menakutkan. Terperangkap di antara tugasnya untuk sang Tiran, kesetiaan pada anak buahnya, dan cinta terlarangnya dengan wanita bangsawan Scythia, Kineas mengerahkan kemampuannya bertipu daya ala Athena, bakatnya di medan perang, dan bahkan keyakinannya akan intervensi dewa untuk bertahan hidup.

Tyrant bercerita ihwal petualangan militer mengagumkan. Tak hanya menampilkan kecanggihan strategi perang dan peralatan tempur, novel ini juga menggambarkan intrik politik, konflik sosial-budaya, dan perseteruan keyakinan. Dengan penokohan yang kuat dan cerita yang mengalir, kita dibawa jauh menyelami kehidupan zaman kuno.

NOURA

the-great-episodes-of-muhammadThe Great Episodes of Muhammad Saw; Menghayati Islam dari Fragmen Kehidupan Rasulullah Saw, Dr. Said Ramadhan Al-Buthi (2014)

Buku ini termasuk menjadi pegangan bagi mahasiswa di Universitas Damaskus, Universitas Yarmuk, dan Universitas Yordan. Penulisnya adalah ulama cum penulis produktif, Dr. Said Ramadhan Al-Buthi. Beliau seorang ulama sunni yang dihormati di hampir semua dunia muslim. Beliau syahid, insya Allah, dalam peristiwa di Suriah.

Yang menarik dari buku ini adalah selain memaparkan kisah-kisah perikehidupan Rasulullah, Dr. Al-Buthi juga menjelaskan status sebuah hukum yang berasal dari kisah tersebut. Bagi yang hendak mengetahui konteks lahirnya sebuah hukum sambil mencermati sisi kehidupan Rasulullah yang belum diungkap banyak orang, maka membaca buku ini adalah wajib.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *